3 Tumbuhan Langka di Indonesia

Posisi Indonesia yang tepat di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia mempunyai iklim tropis yang sangat ideal untuk tempat tumbuhnya bermacam macam tanaman. Dari berbagai macam tumbuhan tersebut terdapat pula tumbuh-tumbuhan yang semakin punah atau langka. Sayangnya, tumbuhan langka yang harusnya dilindungi ini tidak dirawat dengan baik sehingga mengakibatkan populasinya semakin menurun dari hari ke hari.

Berikut ini adalah 3 tumbuhan langka yang ada di Indonesia.

1.    Bantal sulam (palaquium walsurifolium)

tanaman+bantal+sulam Tanaman Tanaman Langka di Indonesia

Pohon ini biasanya memproduksi lateks. Daun teratur spiral atau alternatif dan distichous,  kadang-kadang ramai atau menggerombol di puncak cabang; stipula gugur dini atau tidak ada; daun tipis atau kasar. Bunga bisa berkelamin tunggal maupun ganda, biasanya dalam kelompok, jarang soliter; Corolla lobus sebanyak sampai 2X   sepal. Benang sari disisipkan pada corolla dasar atau di tenggorokan tabung mahkota. Berbuah berry atau buah berbiji. Benih mantel coklat (kuning pucat Pouteria annamensis), keras, mengkilap, kaya tanin; endosperm biasanya berminyak; benih parut lateral dan linear sampai lanset atau basal dan bulat.

2.     Bayur (Pterosperium Javanicum Jungh)

Bayur Tanaman Tanaman Langka di Indonesia

Bayur, bayor atau wadang (Pterospermum javanicum) adalah sejenis pohon penghasil kayu pertukangan berkualitas baik. Pohon yang biasa didapati di dataran rendah ini dikenal juga dengan nama-nama lain, seperti bayur, cayur (Sd.); bayur, wayur, wadang, walang (Jw.); phenjur (Md.); dan lain-lain. Meski umum ditemukan pada tanah lembap yang tidak tergenang air, bayur juga tumbuh baik pada tanah-tanah kering di dalam hutan gugur daun tropika di atas tanah liat, tanah pasir atau tanah liat berpasir. Iklim yang disukainya adalah basah hingga kemarau agak kering, dengan tipe curah hujan A-C.

Ketinggian pohon bisa mencapai 59 meter dan diameter batang bisa sampai 54 cm, Bisa tumbuh di ketinggian 600 meter di daerah pegunungan namun juga kadang bisa ditemukan di daerah batu gamping. Pohon ini biasa digunakan dalam konstruksi rumah maupun untuk furniture seperti rumah, perahu, dibuat balok dan papan, bahkan juga untuk membuat jembatan. Akan tetapi kayu ini tidak begitu awet, sehingga dianjurkan untuk digunakan hanya di bawah naungan atap dan dihindarkan dari sentuhan dengan tanah.Distribusi penyebarannya di India, Serawak, Sabah, Tengah, dan Kalimantan Timur. Di Kalimantan Timur terkenal dengan nama Bayur.

3.    Bulian (eusderoxylon zwageri)

Bulian Tanaman Tanaman Langka di Indonesia

Tinggi pohon ini sekitar 36 meter dengan diameter batang 95 cm. Bisa tumbuh di lahan dengan ketinggian 600 meter yang biasanya terdapat di lereng bukit dengan jenis tanah yang berpasir. Jenis kayu ini sangat kuat, tahan lama, dan bisa digunakan untuk konstruksi berat. Kayu bulian terutama dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, seperti konstruksi rumah, jembatan, tiang listrik, dan perkapalan.  Manfaat kayu bulian sudah diketahui sejak zaman pendudukan kolonial Belanda. Saat itu, pohon bulian digunakan untuk konstruksi jembatan dan juga bantalan rel kereta api. Kuatnya kayu bulian dapat dibuktikan dengan masih adanya bantalan rel dari kayu bulian yang berusia lebih dari 100 tahun, namun masih digunakan hingga saat ini.  Sayangnya, bulian saat ini sudah mulai langka. Hal ini dibuktikan IUCN Red List yang menyatakan status bulian “vulnerable”, atau “rentan”.

source