4 Cara Mengatur Jam Tidur di Bulan Ramadhan

tidur

Jam istirahat yang berkurang dapat menurunkan konsentrasi otak dan stamina tubuh. Agar tidur tetap berkualitas pada saat bulan ramadhan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Utamakan kualitas
Mana yang lebih baik, tidur 8 jam tapi berkali-kali terbangun di sela-sela tidur atau hanya tidur 5 jam tapi pulas tanpa gangguan? Tidur yang berkualitas dan tanpa gangguan akan membuat Anda terbangun dengan segar, sehingga rasa letih pun hilang.

2. Maksimalkan jam tidur
Harus bangun untuk sahur bukan berarti jam tidur berkurang. Maksimalkan waktu beristirahat dengan menggeser jam tidur Anda. Jika Anda memerlukan waktu dua jam untuk memasak dan makan sahur, geser jam tidur menjadi dua jam lebih awal, sehingga waktu beristirahat Anda tidak berkurang.

3. Hindari aksi balas dendam
Waktu berbuka puasa seringkali menjadi saat “balas dendam” akan rasa lapar sepanjang hari. Ditambah lagi jika Anda kembali melahap hidangan berat setelah salat tarawih. Makan berlebihan dapat membuat perut terlalu penuh, sehingga sulit beristirahat. Untuk mengatasinya, hindari makan berat dan camilan sebelum tidur.

4. Minimalisir gangguan saat tidur
Agar tidur lebih pulas, hindari gangguan-gangguan yang membuat kualitas tidur menurun. Lampu kamar yang terlalu terang, suhu yang terlalu panas atau dingin, serta suara dengkuran pasangan dapat mengurangi kualitas tidur di malam hari. Semakin minim gangguan, semakin pulas waktu istirahat Anda.