5 Peristiwa PHK Terbesar Di Dunia

Masalah buruh, pemotongan gaji dan PHK adalah bagian dari kondisi pasar tenaga kerja yang sedang melesu yang nampaknya mencerminkan keadaan yang ada di Amerika Serikat (AS) saat ini. Setelah 4 tahun lebih menyerap tenaga kerja yang besar dan gaji tetap, bahkan untuk karyawan yang paling produktif-pun harus mengencangkan sabuknya. Ini termasuk Zynga, sebuah perusahaan pencetus game Facebook terlaris, yaitu Zynga Poker yang telah merumahkan 100 orang karyawannya guna memangkas biaya perusahaan.

Hampir sama seperti di Indonesia, beberapa perusahaan mengancam akan mengurangi jumlah karyawannya karena biaya perusahaan yang membengkak akibat ditetapkannya upah buruh yang tinggi. Tapi itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar lain. Ada beberapa perusahaan besar di Amerika yang paling banyak mem-PHK karyawannya sepanjang masa. Seperti dikutip detikFinance dari Investopedia, inilah perusahaan-perusahaan tersebut.

5. AT&T

AT&T, sekarang ini hanyalah pemain biasa di pasar telekomunikasi. Sangat sulit untuk membayangkan, tapi AT&T pada satu titik pernah memonopoli pasar jasa layanan telekomunikasi di Amerika Serikat. Pada tahun 1996, AT&T sedang berjibaku terhadap permintaan pasar, dan hal itu memberatkan perusahaan.

Sehingga membuat perusahaan terbagi menjadi tiga. Salah satunya adalah nenek moyang dari perusahaan telekomunikasi yang sudah tak asing lagi. Untuk melakukan itu, terpaksa AT&T harus memecat 40.000 karyawannya. Misi dari perusahaan terlihat jelas pada tahun 2012, dan karyawan tumbuh sesuai rencana. Saat ini karyawan AT&T sudah mencapai 256.420 di seluruh dunia.

4. USPS

The United Postal Service (USPS) atau yang biasa dikenal kantor pos Amerika berencana merumahkan 156.000 karyawannya lebih cepat. Namun dikatakan bahwa, itu akan dilakukan selama 3 periode dalam 2 dekade ke depan.

3. Bank of America

Pada tahun 2008 dan 2009, dunia usaha di Amerika mengalami fenomena pemecatan yang besar, beberapa negara bagian lebih besar dari yang lainnya, dan Bank of America merupakan salah satu perusahaan yang berjuang untuk hal berat ini.

Beberapa tahun ke belakang, direksi memutuskan untuk mengubah status perusahaan menjadi ruang bagi pembayar pajak. Bank of America memecat 30.000 karyawannya, atau setidaknya menyatakan bahwa. perusahaan akan mengambil langkah itu pada tahun-tahun berikutnya.

Dari sini kita bisa melihat sebuah perusahaan pada waktu tertentu menjadi besar jika dilihat dari aset atau dari keuntungan. Namun, hal ini bisa berujung pada pemangkasan karyawan.

2. IBM

Saat perusahaan teknologi memotong pengeluaran, mereka melakukannya dengan cara yang esktrim. Pada tahun 1993, CEO legendaris, Louis Gerstner mulai mengurangi dividen perusahaan, dan mengeluarkan 35 ribu para karyawannya.

Namun, perusahaan memiliki kinerja baik saat itu. 8 tahun lalu, IBM memiliki 405.000 karyawan. Sekarang, angka itu melejit menjadi 433,362. Ibaratnya, terkadang anda harus memangkas beberapa jari untuk menyelamatkan sebuah tangan.

1. Hewlett-Packard (HP)

Perusahaan pembuat produk elektronik ini berencana memecat massal para pekerjanya. Beberapa tahun ke belakang adalah masa yang sangat sulit untuk perusahaan. Dulu, CEO HP Carly Fiona keluar setelah bekerja sama dengan Compaq, jejaknya diikuti oleh penggantinya Mark Hurd yang juga keluar akibat skandal seks yang menimpanya.

Dan seorang suksesornya sekarang, Leo Apotheker hanya memiliki masa kerja 10 bulan lagi. Bulan Mei 2012 kemarin HP menyatakan akan mem-PHK 27 ribu karyawannya terhitung mulai sekarang hingga tahun 2014 nanti.