Black Death, Wabah Hitam Mematikan Pada Tahun 1345

Pada abad ke-13 (tahun 1345) pernah terjadi sebuah wabah mematikan yang dikenal dengan nama Black Death atau Wabah Hitam. Adapun jumlah korban yang tewas pada periode awal kemunculan wabah mencapai 25 juta jiwa. Selain menelan banyak korban di Benua Eropa,  juga menyerang hingga ke wilayah Timur Tengah di Asia dengan tingkat kematian mencapai 95%.

black-death

Dengan keterbatasan pengetahuan modern pada saat itu, Wabah Black Death kerap kali dikaitkan dengan kejadian mistis yang tak dapat terpecahkan oleh akal sehat. Penyakit ini mulai mewabah kali pertama pada sekitar tahun 1320 di wilayah Asia, tepatnya di Mongolia. Penyakit ini juga yang memusnahkan hampir semua suku – suku setempat di Mongolia.

Adapun gejala – gejala yang ditimbulkan oleh wabah Black Deathadalah berupa sakit pada kepala yang diikuti dengan gejala demam, panas dingin, lidah memutih, serta membengkaknya kalenjar getah bening (leher). Nama Black Death menjadi kental dengan adanya ciri khusus pada penderita berupa munculnya bintik – bintik hitam pada tubuh dan sekujur kulit pada orang yang terjangkit ‘penyakit aneh’ ini. Pada tahap demikian sudah menjadi indikasi maut yang tinggal menunggu waktunya mencabut nyawa si penderita.

Wabah Hitam Black Death terus menjalar hingga ke negara – negara didekatnya, seperti China, India, hingga ke Benua Eropa pada tahun 1345-1346 yang menewaskan lebih dari 50 ribu nyawa.

Minimnya informasi pada masa itu membuat masyarakat menuding kaum gypsi, dukun dan praktisi mistis sebagai penyebab utama munculnya ‘penyakit kutukan’ ini. Sehingga terjadi pembantaian besar – besaran terhadap kaum – kaum tersebut pada masa itu. Namun hal tersebut tidak menghilangkan wabah Black Death.

Puncaknya, wabah Black Death semakin merajalela hingga hampir sepertiga jumlah populasi di Benua Biru (Eropa) nyaris musnah karena serangan penyakit mengerikan ini. Hingga abad ke-17, penyakit Wabah Hitam ini masih menyerang sesekali dan menghabisi sebagian masyarakat yang terjangkit oleh penyakit ini.

Hingga saat ini, belum ditemukan kesimpulan pasti mengenai jenis penyakit apa wabah Black Death tersebut. Kesimpulan yang dirangkum oleh peneliti modern menyebutkan bahwa Wabah Hitam atau Black Death adalah penyakit Pes yang ditimbulkan oleh virus Yersinia Pestis. Virus ini dibawa oleh kutu bangkai tikus yang menular ke hewan mamalia.

Perkembangan terakhir yang dilansir oleh Museum of London Archaeology pada Maret 2013 lalu, beberapa ilmuwan akan meneliti ke-13 rangka tengkorak yang berasal dari abad ke-13 (yang diperkirakan sebagai salah satu korban Wabah Hitam) di Charterhouse Square, London, Inggris. Hingga saat ini masih menunggu perkembangan berikutnya dari kesimpulan final apakah wabah hitam merupakan penyakit pes atau bukan.