Gadis Cantik Korban Gempuran Militer Mesir

Asma el-Beltagi, seorang gadis cerdas nan cantik menjadi salah satu korban tewas diantara ratusan korban lainnya dalam aksi “sapu bersih” yang dilakukan militer Mesir terhadap demonstran pendukung Muhammad Mursi di Rabaa al-Adawiya.

asma-el-beltagi

Dilingkungan sekolah, Asma dikenal sebagai pribadi yang enerjik dan supel, serta selalu menjadi bintang kelas. di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Asma sudah mengikuti jejak sang ayah menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin. Di organisasi tersebut, sang ayah menjadi salah satu tokoh penting.

The Telegraph menulis, gadis berparas cantik itu tewas dengan luka tembak di bagian dada, dengan kaki kiri remuk serta tulang rangkanya yang hancur. Hal ini berdasarkan akta kematian yang didapat wartawan The Telegraph.

Kakak Asma, Anas el-Betagi seperti yang ditulis The Telegraph mengatakan bahwa dia bersama Asma saat militer Mesir menyapu bersih para demonstran. Namun tragis, Asma terkena tembakan militer saat itu. Dia pun mencoba melarikan Asma ke Rumah Sakit.

“Aku pun langsung membawanya ke rumah sakit. Tapi dia tak tertolong. Dia ditembak di bagian sini (dada),” kata Anas, kepada The Telegraph, Kamis (15/8/2013)

Sementara itu bibi Asma, Hoda Muhamamd juga mengaku bersama Asma saat militer Mesir melakukan penyerangan. Keduanya sempat berdoa agar diberikan perlindungan oleh Yang Maha Kuasa. Sayangnya, tak berselang lama keduanya harus terpisah, sampai akhirnya Asma ditemukan tergeletak bersimbah darah.

“Namun dia kemudian ditemukan tergeletak di lapangan. Ia tewas ditembak militer,” kata Hoda.

Hoda mengenang bagaimana Asma adalah gadis cantik yang baik dan menjadi panutan di sekolah. Hoda juga menegaskan Asma selalu aktif dalam setiap kegiatan Ikhwanul Muslimin, mengikuti jejak sang ayah.

“Dia adalah yang terbaik di sekolah. Perilakunya bisa menjadi teladan untuk teman-temannya,” ujar Hoda, lirih

Rencananya, Asma akan dimakankan di tempat yang aman. Sementara sang ayah yang saat ini berada di persembunyian mengaku terkoyak dan tak bisa menahan air mata saat mengetahui putri kesayangannya menjadi salah satu korban aksi “sapu bersih” militer Mesir.

Diketahui, korban tewas terkait aksi pembersihan militer Mesir terhadap demonstran pendukung Mursi terus bertambah. Data Kementerian Kesehatan setempat seperti yang dimuat BBC, menyebut jumlah korban tewas saat ini berjumlah 525 orang, serta 3.717 lainnya mengalami luka-luka.

“Sebanyak 137 orang di antaranya tewas di dekat Masjid Rabaa al-Adawiya, Kairo, 57 di Lapangan Nahda, 29 di Kota Helwan pinggiran Kairo, 198 di beberapa daerah, dan 43 lainnya adalah tentara militer,” tulis BBC.

Sementara itu, menuurt Ikhwanul Muslimin jumlah korban tewas dalam peristiwa tersebut berjumlah ribuan orang. Ikhwanul Muslimin juga berencana akan menggelar aksi protes susulan terkait insiden berdarah tersebut. [nurholis/The Telegraph/Liputan 6]