Jangan Menikahi Wanita Hanya Karena Alasan Ini

alasan menikah

Pernikahan adalah tujuan terakhir dari sebuah hubungan antara pria dan wanita. Tapi, sebelum anda memasuki kehidupan baru dalam rumah tangga, apakah Anda yakin dia adalah orang yang tepat Anda nikahi?

Sebelum kehidupan rumah tangga Anda berlangsung dengan perkelahian, kesalahpahaman, dan berakhir dengan kegagalan, sebaiknya Anda baca artikel ini lebih lanjut. Pastikan Anda tidak menikahinya karena alasan-alasan berikut:

Dia Wanita yang Baik

Menjadi baik saja tidak cukup, begitupun dengan cantik. Pernikahan adalah menyatukan visi dan misi yang sama dalam satu atap. Untuk itu, pastikan dia memiliki selera, ketertarikan, dan tujuan hidup yang sama dengan Anda. Jika tidak, sebaiknya lupakan saja.

Ingin Selalu Bersamanya

Kasmaran adalah hak setiap pasangan, tapi apakah Anda harus seperti remaja yang selalu ingin larut di dalamnya? Rumah tangga bukanlah wahana permainan yang memberikan bunga-bunga pada kehidupan cinta Anda. Lebih jauh lagi, pernikahan melibatkan tanggung jawab dan komitmen. Jika ingin selalu berada di dekatnya hanya menjadi alasan Anda menikahinya, coba saja hitung berapa lama dia akan bertahan dengan obsesi Anda ini.

Teman Sebaya Sudah Menikah

Menjadi pria lajang di antara pria yang sudah menikah memang merupakan intimidasi tersendiri. Tapi, jangan jadikan alasan ini untuk segera menikah. Pasalnya, faktor usia juga harus diimbangi oleh kesiapan mental dan finansial. Jika kedua faktor itu tidak Anda miliki, melajang lebih lama lebih baik dari pada menikah tanpa ‘amunisi’ apa-apa.

Menyenangkan Orang Tua

Tidak ada orang tua yang membenci anaknya karena belum menikah. Anda juga tidak perlu memaksakan diri menikah hanya untuk menyenangkan perasaan orang tua. Anda harus yakinkan diri Anda terlebih dahulu apakah pernikahan Anda nantinya menyenangkan atau tidak, sebelum memang pernikahan itu tujuannya menyenangkan mereka.

Sudah Mapan

Banyak pria yang menganggap pernikahan merupakan langkah logis setelah mencapai kemapanan. Tak heran banyak yang terjebak dalam paradigma ‘jika sudah mempunyai mobil dan rumah sendiri, kenapa tidak menikah?’. Padahal kemapanan tidak melulu harus diukur dari materi, tetapi banyak hal-hal yang bersifat immaterial di dalamnya.

Terdesak

Jangan terburu-buru menanggapi desakan dari pasangan Anda untuk menikahinya. Anda harus berpikir lebih jauh lagi sebelum mengiyakan. Menikah karena terdesak adalah gerbang utama menuju stres dan pada akhirnya dia merasa ‘cinta bertepuk sebelah tangan’. Pernikahan seharusnya diwujudkan dengan kenyamanan bukan tekanan.

Anda Terlanjur Dekat dengan Keluarganya

Anda menyukai masakan ibunya dan ayahnya merupakan teman bicara yang oke bagi Anda. Tapi ini bukan berarti ini alasan Anda untuk menjadikan mereka ‘keluarga’. Toh, pada saatnya nanti Anda tidak akan tidur seranjang dengan mereka. Anda perlu gali lebih dalam lagi, apakah mereka nantinya benar-benar akan menjadi mertua yang baik atau tidak, sebelum memutuskan menikahi puterinya.

Dia Telah Mengandung Anak Anda

Mau tidak mau, kehamilan yang tidak diinginkan merupakan alasan utama terjadinya pernikahan. Ya, ini tidak hanya menyangkut tanggung jawab, tetapi juga reputasi Anda sebagai pria. Anda tidak bisa disebut sebagai pria sejati jika mengabaikan si dia yang tengah berbadan dua. Jika tidak ingin hal ini terjadi pada Anda, sebisa mungkin Anda jauhi seks pra-nikah.

source