Tanaman-tanaman langka khas Daerah Puncak Gunung

Bagi yang suka mendaki gunung pastinya kalian pernah menjumpai tumbuhan-tumbuhan ini kan? yap, tumbuhan ini sering dijumpai di ketinggian lebih dari 2000 mdpl, dimana biasanya tanaman-tanaman besar mulai jarang dan hampir mendekati puncak gunung, langsung aja ya.

1. Uta Onga (Begonia kelimutuensis)

Ini dia spesies terbaru yang baru ditemukan oleh tim LIPI pada 2008. Tanaman endemik NTT ini hanya ditemukan di Taman Nasional Kelimutu, sehingga oleh para ahli diberi nama Begonia kelimutuensis, sebab setelah diteliti tumbuhan jenis ini tak ditemukan di tempat lain di dunia.

2. Cantingi Ungu (Vaccinium varingiaefolium)

Tanaman dapat ditemui di ketinggian 1500-3300 mdpl. Walaupun tumbuhan ini mendominasi sekitar kawah pegunungan Jawa, penelitian yang dilakukan untuk mengungkap potensinya masih sangat minim.Cantingi Ungu yang berbunga kecil putih dan akan berubah menjadi hitam ketika matang, diyakini masyarakat setempat sebagai makanan para dewa

3. Jamuju (Dacrycarpus imbricatus)

 

Jamuju adalah semacam tumbuhan konifer yang sering ditemui di banyak wilayah di asia tenggara. Tumbuhan ini juga sering disebut “kayu embun”.

4. Edelweiss Jawa (Anaphalis Javanica)

Tumbuhan langka ini sering disebut “Bunga Abadi” karena tak mudah layu apabila telah dipetik. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka karena para pendaki sering memetik bunga ini dan membawanya turun sebagai “oleh-oleh”. Ya, memang rasanya belum afdhol apabila mendaki gunung kita belum melihat dan memetik edelweiss.

5. Turuwara (Rhododendron renschianum)

 

Jenis Rodondhedron ini endemik di NTT khususnya di daerah Taman Nasional Kelimutu

6. Rhododendron javanicum

 

Jenis Rhodondedron ini juga endemik Indonesia, dan hanya dapat ditemui di pulau jawa dan bali.